No More Normal

No More Normal

Realitas di batalkan, semua yang kita yakini permanen telah terkoyak , identitas , masyarakat , kewaraan semua luluh lantah.

No More normal Adalah sebuah acara seni multidisiplin yang mempertemukan seniman dalam kolaburasi lintas usia , budaya , pengalaman , gender dan media.

No more Normal adalah reaksi kreatif terhadap pandemi , politik global, resesi serta kebebasan berekspresi di era yang mengacu pada algoritme ini.

Dengan menggambungkanseni visual, instalasi , seni video , dan proyeksi , pertunjukan , musik dan tarian , No More Normal mempersatukan para seniman dalam sebuah kolaburasi untuk menciptakan instalasi imersif yang mendukung dan menyajikan serangkaian acara pertunjukan.

No More Normal berlangsung selama dua minggu , dimana setiap hari sabtu No More Normal akan mempersembahkan serangkaian acara pertunjukan untuk penonton lokal juga melalui streaming langsung lewat daring.

FREEDOME

Penulis
Jajang Kawentar

Ahmad Arief Affandi – Dadang Imawan – Dadah Subagja – Deden FG – Edi Priyanto – Fikri MS – Ipo Hadi – Junet Coret – Nurify Basuki – Oktaravianus Bakara – Paul Agustian – Riki Antoni – Sukri Budi Dharma – Togi Mikkel – Wijexs – Windi Delta – Yanal Desmon Zendrato

Pembukaan

17 agustus – 9 september
Pukul 09:00-19:00

Bangunjiwo Art Dome
(Rumah Teletubbies) Cikalan Rt.02
DK.IINgentak Bangunjiwo Kasihan
Bantul Yogyakarta

Pertunjukan

Upacara Kemerdekaan

Kontak:
0895-3649-33820 (Jajang)
0817-263-639 (Deden)

Pameran tunggal Abdi Setiawan

Pameran Tunggal Abdi Setiawan

Pameran 100 tahun Widayat

PADA 100 TAHUN WIDAYAT

oleh Wahyudin

Lahir di Kutoarjo, Jawa Tengah, 9 Maret 1919—pelukis Widayat berusia 100 tahun di tahun 2019 ini. Pada 22 Juni 2002, dia telah berkalang tanah. Sepanjang umurnya Widayat mengesankan sebagai juru ukur pegawai kehutanan dan juru gambar peta rel kereta api di Palembang; pimpinan Seksi Penerangan—dengan pangkat Letnan Satu—di Divisi Garuda Sumatra Selatan (1945-1947); pendiri Pelukis Indonesia Muda (PIM) bersama G. Sidharta, Murtihadi, Sayoga, dan Suhendra (Yogyakarta, 1954); Dosen seni rupa ASRI, pendiri dan pemilik Museum Haji Widayat di Mungkid, Magelang, Jawa Tengah (1994); Pelukis serbabisa; dan Maestro Seni Lukis Indonesia.Widayat meninggalkan dua warisan estetis yang paling dikenal dan dikenang penghayat seni rupa Indonesia— yaitu lukisan “Dekora Magis” dan “Greng”.

Yang pertama adalah karya seni rupa, benda budaya, dan obyek artistik yang memampukan Widayat terpandang sebagai salah satu pelukis Indonesia terkemuka pasca generasi Affandi, Hendra Gunawan, dan S. Sudjojono. Kedua adalah semacam kata kunci Widayat untuk mengidentifikasi dan/atau menilai lukisan. Seturut kata kunci itu, sebuah lukisan yang tersimpulkan baik-apik bila terdapat “Greng”.

Dalam kalimat penulis seni rupa Agus Dermawan T., “Greng” merupakan “istilah khas Widayat untuk menandai lukisan-lukisan yang memiliki optimasi ekspresi, teknik perwujudan, getaran, serta keluasan imajinasi dan fantasi.” Yang menarik, kata kunci ini justru populer melalui kolektor besar Oei Hong Djien (OHD). Sampai-sampai, bila tak senantiasa diluruskan OHD, banyak orang mengira kata kunci tersebut berasal dari atau kepunyaan pemilik OHD Museum, Magelang, itu. Dengan kedua warisan itu, nama Widayat tetap bertakhta di lidah dan hati penghayat seni rupa Indonesia, utamanya di Yogyakarta.

Pameran bertajuk “Greng” ini menggelar pusparagam karya seni rupa ciptaan 29 seni rupawan Yogyakarta. Pameran ini bertujuan mempresentasikan ikhtiar kreatif—pikiran, perasaan, dan tanggapan—perupa atas kedua warisan estetis Widayat tersebut . Secara praksis ke-29 perupa itu diundang untuk memamerkan karya-karya yang mereka anggap “greng” atau merupakan tafsir estetis mereka atas “Greng” atau “Decora Magis” atau riwayat kreatif Widayat.

Beyond The Line

Pameran POTRET “Penyelidikan Estetis”

Pameran Potret

“Penyelidikan Estetis”

Abdi Setiawan
Anusapati
Aan Arief
Budi Ubrux
Dadang Rukmana
Dedy Sufriadi
Dipo Andy
Sigit Santoso
Galam Zulkifli
I Nyoman Darya
Zulkarnain Rustam
Kokoh Nugroho
Jumaldi Alfi
Tantin Udiantara

Kurator:
Wahyudin

Opening:
13 Agustus 2019
Pukul: 19.00 WIB – Selesai

Pameran berlangsung:
14 – 21 Agustus 2019
Pukul:

Lokasi:
Bentara Budaya Yogyakarta
Jl. Suroto No.2, Kotabaru, Gondokusuman,
Kota Yogyakarta, DIY 55224

Pameran “POTRET” Syang Art Space

Pameran potret

Pameran ini akan digelar di Syang Art Space, Magelang, pada 27 Juli – 25 Agustus 2019.

Mengikutsertakan 13 seni rupawan kontemporer Indonesia yang tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Mereka adalah Aan Arief, Anton Subiyanto, Apriyanto Omplong, Eddi Prabandono, Edo Pop, Erianto, I Dewa Ngakan Ardana, Iskandar Fauzy, Kokok P Sancoko, Riki Antoni, Seno Andrianto, Soni Irawan, dan Stefan Buana.

Pameran 80 Nan Ampuh

Pameran 80 Nan Ampuh

Satu perhelatan untuk memberikan penghargaan kepada apresiator untuk Pak Oei Hong Djien di Bentara Budaya Yogyakarta Acara ini bertepatan Ulang Tahun ya ke 80 tahun, acara ini diikuti 20 seniman perempuan muda berbakat dengan berbagai media.

Pameran akan dibuka pada tanggal 5 April jam 06.00 WIB sore

di 15 venue yang tersebar di Yogyakarta.

Pameran 80 Nan Ampuh

Pameran 80 Nan Ampuh

Satu perhelatan untuk memberikan penghargaan kepada apresiator untuk Pak Oei Hong Djien di Bale Banjar Sangkring Yogyakarta Acara ini bertepatan Ulang Tahun ya ke 80 tahun, acara ini diikuti seniman-seniman berbakat dengan berbagai media.

Pameran akan dibuka pada tanggal 5-13 April 2019

di 15 venue yang tersebar di Yogyakarta.