Antara Personal Effect dan Social Effect

Makalah ini pada awalnya merupakan makalah diskusi pameran Personal Effect di galeri Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Berdasarkan pertimbangan atas perkembangan karya-karya seni rupa dan wacananya  yang semakin hari kian carut-marut, maka saya menerbitkan makalah ini yang bisa dibaca oleh siapa saja. Barangkali ada manfaatnya.

Dosa yang Indah Riki Antoni

Bagaimana mungkin dosa dibentangkan menjadi lukisan atau lukisan sebagai dosa. Betapa indahnya dosa bila terbentang menjadi lukisan. Apa yang ada di benakmu lukisan dari sebuah dosa.

Ketentuan kompetisi menulis essay “Golden Landscape”

Ketentuan Kompetisi Menulis Essay Seni, Dalam Rangkaian Kegiatan Pameran Tunggal Seni Rupa Lugas Syllabus Yang Bertajuk “Golden Landscape”
karya cat minyak diatas kanvas

Menyingkap Yang Tersembunyi

Apakah kau tahu caranya membaca wajah? Tatkala seorang pria melayap mencari wajah yang lenyap, apakah kau pikir cukup mengejar maknanya belaka?

Idealisme Super Penting, Pasar Membuat Realistis.

Pameran itu penting—tapi sejauh mana efek yang bisa dihasilkan(nya). Kenapa aku malas ikut pameran, karena aku harus melihat efeknya apa. Berefek nggak buat namaku. Aku kan individual—jadi harus berpikir

Bakat, Kerja Keras, Karakter, Tanggung Jawab, dan Keberuntungan

Saat saya mulai mengoleksi karya seni rupa, perupa-perupa muda—seperti Handiwirman Saputra, Jumaldi Alfi, M. Irfan, Nyoman Masriadi, Nyoman Sukari, Pande Ketut Taman, Putu Sutawijaya, Yunizar, Yusra Martunus dll.