Surau dan Rantau

Tema Surau dan Rantau yang dipilih untuk pameran After Mooi Indie (AMI) kali ini adalah upaya untuk melihat kembali bagaimana identitas kultural Minangkabau yang disimbolkanmelalui “surau” beradaptasi dengan era globalisasi seperti saat sekarang (rantau) melalui karya seni dari seniman-seniman muda Minangkabau.

Ambarium: Pray, Hope & Dreams

Ambar Pranasmara Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta membuka kejutan pasar seni rupa Malaysia bekerja sama dengan Senso Art Gallery Cafe, Jalan Tan Hiok Nee, Johor Baru 25a, Malaysia, mengadakan pameran tunggal seni rupa yang bertajuk Pray, Hope & Dreams dibuka pada 16 September 2018

Pesan Berhentinya Perang di Bandung Connex Art Month 2018

‘Studioku di Galerimu’ itulah tajuk Proyek Seni Iwan Ismael di Galeri Depan, Rumah Proses, jalan Mutumanikam 47. Buahbatu, Bandung yang dibuka pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB dan berlangsung sampai tanggal 9 September 2018. Menawarkan kehidupan pigur masyarakat urban jaman sekarang di negeri ini

UNCH

Coba saja ketik kata “unch” di mesin pencari seperti google maka yang ditemukan adalah tulisan dan berita yang membahas tentang kesadaran penggunaan kata ini dalam kaidah yang tidak tepat di Indonesia.

BROMANCE: Hubungan Sesama Jenis

oleh: Riski Januar   Menurut Urban Dictionary, bromance…

What's Else Could We Think About? Bon Apetite

‘What else could we think About? Boun Appetit’, Abdi Setiawan bercanda di Museum Oei Hong Djien (OHD) pada ulang tahun ke 20 Museum tersebut, Magelang, 20 Mei 2017. Seperti opera sabun yang menghadirkan dramatikal pada ruang makan.

MERAYAKAN HARI SENI MENGGAMBAR INDONESIA

Forum Drawing Indonesia (FDI) menggagas hari seni Drawing atau…
Meeting

"DRUNKEN BROOM"

Kenyataan-nya sebuah lukisan mengandung suatu keseriusan, namun di lain pihak terkandung pula unsur main-main. Karena itulah, lahir ungkapan dari kelompok Fauvism; "Ketepatan bukan selalu merupa-kan kebenaran." Orang-orang yang berkreasi seni tidak ingin sekedar untuk meniru alam apa adanya (mimesis), melainkan alam ini ingin diciptakan kembali.

Antara Personal Effect dan Social Effect

Makalah ini pada awalnya merupakan makalah diskusi pameran Personal Effect di galeri Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Berdasarkan pertimbangan atas perkembangan karya-karya seni rupa dan wacananya  yang semakin hari kian carut-marut, maka saya menerbitkan makalah ini yang bisa dibaca oleh siapa saja. Barangkali ada manfaatnya.